You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Rekor muri Gerakan Nasional Bersih Sungai fakhri
photo Fakhrizal Fakhri - Beritajakarta.id

Gerakan Nasional Bersih Sungai Pecahkan Rekor MURI

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta bersama Yayasan Sedulur Bunda Milenial menggelar Gerakan Nasional Bersih Sungai 2026 melalui pembuatan eco enzyme secara serentak di berbagai wilayah Jakarta. Kegiatan ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pembuatan eco enzyme dengan peserta terbanyak.

"Upaya pengurangan sampah,"

Wakil Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Purwanti Suryandari mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pengurangan sampah melalui pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme.

“Ini merupakan salah satu upaya pengurangan sampah melalui pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme,” ujarnya, Kamis (18/6).

Pelaku Usaha di Cipayung Diajak Berkontribusi Atasi Masalah Sampah

Menurut Purwanti, selain mengurangi volume sampah organik, eco enzyme juga dapat membantu memulihkan kualitas air sungai dan badan air lainnya. Namun, penggunaannya lebih efektif di perairan yang tenang seperti waduk karena tidak mudah terbawa arus.

Ia berharap, gerakan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sedulur Bunda Milenial, Siska Rumondor mengatakan, kegiatan ini lahir dari kepedulian terhadap persoalan sampah rumah tangga yang masih menjadi tantangan di Jakarta.

“Gerakan ini berangkat dari keinginan untuk melakukan sesuatu bagi lingkungan sekitar. Karena itu kami mengusung semangat 'Dari rumah untuk negeri, dari sungai untuk Indonesia',” katanya.

Menurut Siska, edukasi menjadi kunci pengelolaan sampah karena sebagian besar sampah yang masuk ke TPST Bantargebang berasal dari rumah tangga dan didominasi sampah organik yang masih dapat dimanfaatkan menjadi eco enzyme.

“Kami ingin mendorong masyarakat tidak hanya memilah sampah, tetapi juga mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat,” katanya.

Direktur Operasional MURI, Awan Rahargo menambahkan, rekor tersebut dicatat dalam kategori pembuatan eco enzyme secara serentak dengan peserta terbanyak.

Kegiatan ini melibatkan 42 kecamatan, 109 titik lokasi, 67 sekolah, dan lebih dari 6.000 peserta di lima wilayah kota administrasi ibu kota.

“Ini merupakan rekor pembuatan eco enzyme dengan peserta terbanyak di Indonesia yang tercatat dalam sejarah MURI,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye1288 personNurito
  2. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye1251 personAnita Karyati
  3. Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

    access_time24-07-2026 remove_red_eye1091 personDessy Suciati
  4. Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

    access_time23-07-2026 remove_red_eye1023 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Kebakaran di Spark Sport Academy Pondok Bambu Berhasil Dipadamkan

    access_time20-07-2026 remove_red_eye1008 personNurito